Sosialisasi Klasifikasi Hotel Berbintang

Mengacu pada Kepmen Kebudayaan dan Pariwisata Nomor KM.3/HK.001/MKP.02 tanggal 27 Februari 2002 tentang Penggolongan Kelas Hotel, Dinas Pariwisata Kebudayaan Informasi dan Komunikasi Kota Pontianak bekerja sama dengan BPC PHRI Kota Pontianak, Sabtu (1/11) melaksanakan sosialisasi Penggolongan Klasifikasi Hotel Berbintang di Kota Pontianak yang digelar di meeting room Hotel Surya.

Sosialisasi ini dipimpin oleh Plh. Kadis Pariwisata Kebudyaan Informasi dan Komunikasi (Disparbudinkom) Kota Pontianak, Dra. Ayuharo, M.Si yang melibatkan beberapa instansi terkait dan dihadiri oleh Ketua BPC PHRI Kota Pontianak, Yuliardi Qamal,SE serta para undangan dari beberapa hotel yang ada di Kota Pontianak.

“Maksud dan tujuan penggolongan kelas hotel yaitu memberikan gambaran bagi calon konsumen (tamu) tentang kualitas produk dan pelayanan hotel dalam rangka pemenuhan kepuasan konsumen, terselenggaranya pengusahaan hotel yang bertanggung jawab, dan memberikan perlindungan atas kepentingan konsumen, masyarakat dan lingkungannya”, ujar Ayuharo dalam sambutannya mewakili Kepala Disparbudinkom membuka sosialisasi penggolongan kelas hotel. Ia menambahkan dengan pengembangan sektor pariwisata akan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dan citra Indonesia di mata dunia serta menciptakan lapangan kerja baru. Oleh karena itu hotel dan restoran sebagai sarana penunjang pariwisata perlu ditingkatkan kualitas produk dan pelayanannya karena Kota Pontianak sebagai gerbang wisata di Kalbar.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Dra. Suhartiningsih, MM menjelaskan secara teknis penggolongan kelas hotel terdiri dari hotel bintang yang dibagi atas 5 perjenjangan (bintang 1-5) dan hotel melati yang mana hanya terdiri atas satu kelas sebagai hotel melati. Ada beberapa aspek yang bisa menjadi penghargaan tambahan berupa tanda berlian diantaranya aspek ramah lingkungan, sanitasi dan higiene, sumber daya manusia, penggunaan produk dalam negeri, serta pemberdayaan masyarakat setempat.

“Untuk meningkatkan nilai klasifikasi hotel diperlukan inovasi-inovasi agar lebih menarik wisatawan,” ujar Suhartiningsih. Ia mencontohkan sebaiknya hotel-hotel menggunakan produk-produk berciri khas Kota Pontianak seperti kain corak insang untuk dekorasi ruang, kerajinan keladi air untuk tempat buah dan minuman aloevera untuk welcome drink.

Kriteria golongan kelas hotel didasarkan atas penilaian persyaratan dasar yang mencakup perizinan, kelaikan teknis instalasi atau peralatan, dan sanitasi hygiene dan persyaratan teknis operasional yang mencakup fisik, pengelolaan, dan pelayanan. Penilaian persyaratan teknis operasional dilakukan setelah seluruh persyaratan dasar dapat dipenuhi. Ketentuan persyaratan dasar khususnya yang berkaitan dengan sertifikat kelaikan berlaku juga terhadap penetapan golongan kelas hotel melati. Oleh karena salah satu persyaratan dasar harus memenuhi legal formal atau perizinan, maka dibentuklah Tim Penilaian yang terdiri dari beberapa instansi terkait. Penetapan golongan kelas hotel ditetapkan dengan keputusan Ketua PHRI setelah memperhatikan saran dan pertimbangan Gubernur setempat. Tanda penetapan diberikan dalam bentuk sertifikat golongan kelas hotel dan stiker. Sertifikat golongan kelas hotel ditandatangani oleh Ketua PHRI dan disahkan oleh Gubernur setempat. (12)

About these ads

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.