Jama’ah Shalat Ied Banjiri Lapangan Depan Kantor Walikota

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar”, demikian gema takbir yang dikumandangkan oleh para jama’ah berulang-ulang sebelum pelaksanaan shalat Ied Hari Raya Idul Fitri 1429 H Rabu (1/10) pagi di Jalan Rahadi Usman tepat di depan Kantor Walikota Pontianak yang dijadikan sebagai lapangan untuk melaksanakan shalat Ied berjamaah. Cuaca yang cerah mengundang masyarakat Pontianak khususnya berduyun-duyun memadati lapangan tersebut hingga memenuhi halaman Kantor Adpel yang letaknya persis di depan Kantor Pos lama untuk melaksanakan shalat Ied.

Shalat Ied berjamaah dipusatkan dilapangan depan Kantor Walikota Pontianak, yang bertindak sebagai khatib yaitu H. Uti Konsen dan sebagai imam Muhammad Azmar Alka, S.Ag. Tampak diantara jama’ah, Walikota Pontianak, dr. H. Buchary Abdurrahman beserta keluarga serta beberapa calon Walikota dan Wakil Walikota Pontianak diantaranya Dra. Hj. Sri Astuti Buchary, H. Gusti Hersan Aslirosa, H. Sutarmidji, SH, M.Hum, dan H. Awaluddin.

Sebelum pelaksanaan shalat Ied, terlebih dahulu panitia menjelaskan tata cara shalat Ied. Hal ini dilakukan dikarenakan kuatir apabila ada jama’ah yang lupa mengenai tata cara shalat Ied mengingat shalat ini dilaksanakan 1 tahun sekali. Sementara itu, H. Uti Konsen dalam khutbahnya berjudul “Bila Ingin Hidup Serba Mudah dan Gampang” menjelaskan bahwa melesatnya kedudukan Nabi Ibrahim AS sebagai Khalilullah (kekasih Allah) dikarenakan beberapa hal diantaranya karena beliau senang shalat malam ketika orang lain sedang tidur nyenyak, senang memberi makan atau menjamu tamu sehingga tidak jarang Nabi Ibrahim AS harus berjalan cukup jauh, hanya untuk mencari orang yang akan diajak makan bersama, serta membiasakan makan bersama sebab dengan makan bersama akan mendatangkan berkah.

“Sedekah adalah amal yang disenangi Allah, walaupun yang melakukannya orang musyrik. Bedanya mereka hanya memperoleh balasan dari Allah ketika di dunia saja. Di akhirat tidak mendapat ganjaran apapun”, ungkapnya. Ia juga mengutip firman Allah yang mengatakan bahwa barang apa saja yang kita nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang terbaik.

Dalam khutbahnya, ia juga memberi gambaran bahwa kalau setiap rumah tangga Muslim di Pontianak khususnya dan Kalbar serta Indonesia umumnya menjadi ahli tahajjud dan ahli sedekah, “Insya Allah bukan hal yang mustahil kita bisa menuai jaminan Allah yaitu kalau penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa kepada Allah, pasti akan dibukakan pintu berkah dari langit dan bumi”, jelasnya. (12)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s