Simulasi Pengamanan Pilkada


Menjelang Pilkada khususnya Pemilihan Walikota Pontianak dan Bupati Kabupaten Kubu Raya, Kepolisian Kota Besar (Poltabes) melaksanakan Upacara Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan Pilkada Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya Tahun 2008, Selasa (7/10) di depan Makorem Pontianak.
Dalam gelar pasukan tersebut, dilakukan simulasi pelaksanaan Pilkada yang terdiri dari beberapa tahapan. Tahapan awal, ditampilkan simulasi salah satu TPS yang melaksanakan Pilkada. Proses pemilihan pada awalnya berlangsung lancar, namun tiba-tiba datang salah seorang warga yang masuk ke dalam TPS dan memprotes kepada petugas karena dirinya tidak terdaftar sebagai pemilih. Petugas berusaha menjelaskan namun warga tersebut tetap tidak terima. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, warga tersebut diamankan oleh keamanan yang ditempatkan di TPS.
Kemudian proses pemungutan suara dilanjutkan pada tahap penghitungan suara yang diperoleh TPS tersebut disaksikan oleh saksi-saksi yang hadir. Namun entah bagaimana, salah seorang saksi menyatakan keberatannya atas hasil penghitungan suara. Petugas menanyakan kembali kepada saksi tersebut bahwa apakah saksi melihat ada kecurangan dalam proses penghitungan suara dan dijawab tidak oleh saksi dan akhirnya saksi bisa menerima penjelasan petugas.
Setelah selesai proses penghitungan suara, maka petugas menyatakan bahwa pemungutan suara ditutup. Tiba-tiba datang salah seorang warga yang ingin mencoblos dengan membawa kartu pemilih namun dikarenakan pemungutan suara sudah ditutup maka petugas menolaknya dengan menjelaskan kepada warga tersebut. Akan tetapi warga tersebut tetap memaksa ingin mencoblos dan mengamuk di TPS. Melihat situasi yang demikian, petugas memanggil keamanan TPS dan tidak lama kemudian warga yang mengamuk tersebut diamankan dan diangkut oleh mobil patroli polisi.
Dengan telah selesainya proses pemungutan suara di TPS tersebut, kemudian kotak suara dibawa oleh petugas menggunakan sepeda motor dengan pengawalan dari Kepolisian. Dalam perjalanannya, sekelompok massa menghadang petugas yang membawa kotak suara dan berusaha merebutnya. Pihak kepolisian tak tinggal diam, langsung mengamankan kotak suara dan membawanya menggunakan mobil patroli.
Beberapa hari setelah hasil perhitungan suara dikeluarkan, sekitar ratusan massa berdemo mendatangi KPU dan berusaha menemui Ketua KPU karena mereka memprotes hasil perhitungan suara. Massa yang datang membawa spanduk yang diantaranya berisikan “KPU Hitung Suara Koq Ndak Genah” dan protes-protes lainnya yang menyatakan ketidakpuasan atas perhitungan suara tersebut. Mereka berusaha menerobos pagar betis pasukan dari Kepolisian dan melempar benda-benda ke arah petugas Kepolisian yang mengamankan Pilkada. Beberapa satuan K9 (satuan petugas yang membawa anjing terlatih) maju untuk membubarkan massa yang semakin beringas. Massa tampak takut dengan anjing yang hendak menggigit mereka sehingga mereka mundur selangkah. Namun beberapa saat mereka berusaha menerobos lagi, mobil Water Cannon menyemprotkan air ke arah massa. Setelah sekian lama, akhirnya massa menyerah mundur dan polisi berhasil mengamankan Pilkada.
Simulasi ini disaksikan oleh Walikota Pontianak dr. H. Buchary Abdurrahman, Kapoltabes Pontianak Kombes Pol. Drs. Mochamad Son Ani, SH, Calon-calon Walikota dan Wakil Walikota Pontianak serta Calon-calon Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya dan para undangan lainnya. (12)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s